Friday, September 20, 2013

Senja Pangandaran

Samar. Udara berganti warna. Biru yang membahana melucut dirinya menjadi abu dan beku. Waktu seolah sirna dihisap cakrawala. Mengapa resah saat masih ada kamar yang menunggu dalam keheningan.

Kurasa karena setiap waktu, aku bersama bayangmu yang semakin pudar karena amarah yang semakin terik tanpa keteduhan. Pangandaran yang kukenang sebagai halaman bermain dengan anak-anakku menjadi padang pembantaian rasa.

Aku kehilangan mereka. Yang kau bawa bersama pedih.




No comments:

Post a Comment

Please feel free to update my article since things are changing very quickly.
Silakan kirimkan update dari Anda untuk meningkatkan kualitas info di blog ini.

Trims
angke