Tuesday, September 17, 2013

Pantai Matras dan Parai Green Resort

Kilau keemasan memancar dari bunga rumput ilalang seolah kerudung bagi padang rumput hijau yang terhampar di  sepanjang jalan menuju tepi pantai. Matras adalah nama daerah dengan hamparan pasir pantai yang tak asing bagi warga Pulau Bangka. Berjarak 40 km dari Pangkalpinang atau hanya lima belas menit dari Sungailiat, Bangka, Anda akan berada di simpang jalan akses Desa Sinar Baru menuju hamparan rumput berhias nyiur yang membentang luas.

Matahari awal bulan September hangat menerpa di sore hari. Kilaunya indah menembus awan putih menggumpal. Sunset di Pantai Matras dan Parai bagai trophy untuk pemburuan bagi para fotografer. Sepanjang 3 kilometer, pasir sehalus tepung memisahkan riak ombak dengan karpet rumput alami sejauh puluhan meter. Karenanya, warga dan wisatawan menjadikannya alun-alun alam. Sebanyak apapun pengunjungnya, tak pernah ada kesan padat dan sesak.

Indahnya langit petang hari berhias pasir bersih adalah suguhan fantastis di Pantai Matras. Apalagi bila terus ke Pantai Parai yang berbatu fenomenal, biru dan keemasan langit bersanding batu besar menawarkan bingkai ingatan yang spektakuler.

Warga setempat yang menghabiskan akhir pekan biasanya masuk ke sebuah resort yang juga terbuka untuk umum. Tarifnya hanya Rp 25,000 per orang. Wisatawan dari luar Bangka Belitung, memilih Parai Green Resort, demikian nama yang disandangkan oleh Group El John untuk resort ini, sebagai peresembunyian tenang dan personal.

Tanjung berbatu raksasa telah dikuasai resort ini dengan tujuan baik, yaitu melindungi kawasan indah ini dari pengrusakan. Pemeliharaan di dalam resort ini jauh lebih berkelanjutan dan menggunakan pendekatan go green. Tak heran bila Anda menyusuri pantai di Parai Green Resort yang penuh batuan granit raksasa, sampah tak akan Anda ditemukan. Pengelolaan ini menjadi kekuatan terbesar dari pantai yang dulunya adalah kawasan nelayan pencari ikan.

Di atas tanjung berbatu itu, kini didirikan sebuah resto dan café bernama Rock Island Bar and Grill. Dari bibir pantai, tanjung ini dihubungkan oleh jalan dengan tiang pancang di bawahnya. Berbaur di antara batu granit raksasa, atmosfir di Rock Island menjadi sangat spektakuler saat sunset. Puluhan wisatawan dipastikan menaiki batu raksasa Rock Island untuk mengabadikan moment saat matahari terbenam.

TIPS PERJALANAN
1.       Bangka atau pun Belitung tidak memiliki banyak angkutan umum seperti angkot atau ojek. Biasanya wisatawan harus menyewa kendaraan roda empat atau roda dua. Tarif sewa mobil: Rp 350.000 per hari di luar bensin dan sopir. Biasanya bensin menjadi tanggungan penyewa. Sewa motor berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000, tergantung jenis motor. Disarankan menggunakan jasa supir dengan menambah biaya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per hari.
2.       Bensin di Bangka dan Belitung tak begitu mudah didapatkan di SPBU. Di Pulau Bangka, SPBU masih terhitung banyak dan antrian masih wajar. Jangan heran bila SPBU di Pulau Belitung  dipenuhi kerumunan para pembeli. Ya, bukan antrian, tapi kerumunan. Anda sangat beruntung bila di Pulau Belitung mendapatkan bensin tanpa harus mengantri.
3.       Di Pantai Matras, tak banyak jenis makanan berat yang bisa ditemui. Warung makanan yang ada terbatas dari jualan mie instan, makanan ringan instan, dan minuman dalam kemasan. Jagung bakar terkadang ditemui bila Anda beruntung. Jadi, membawa makanan dari tempat Anda bertolak bukanlah ide buruk.

No comments:

Post a Comment

Please feel free to update my article since things are changing very quickly.
Silakan kirimkan update dari Anda untuk meningkatkan kualitas info di blog ini.

Trims
angke