Saturday, August 17, 2013

Merah Putih di Tangan Gadis LEMBATA, NTT

Menyusuri jalan menurun di Lusilame, masyarakat tradisional di Lembata ini menyambut kami dari team kementerian seraya bernyanyi. Nyanyiannya tak dapat kupahami, tapi bila teringat masyarakat Fiji atau Hawaii, rasanya tak beda jauh.

Matahari terik memancar di sore itu. Langit sebiru hatiku yang riang melihat anak-anak di Lusilame berlari menghampiri saat mereka sadar bahwa aku sedang bidik wajah mereka. Salah seorang dari mereka duduk malu menggenggamm sang Merah Putih. Puas aku mengabadikan sorot mata itu.

Lusilame dan tradisi story telling-nya menambatkan hatiku untuk kembali suatu hari. Terima kasih atas keterbukaannya. Terima kasih untuk perjumpaan dan perpisahan yang diwakili segelas sofi.