Tuesday, February 8, 2011

Raja Ampat Sebelum Dikelola Tangan Asing : 2010

Konon investor dari dua chain hotel besar dunia melirik tawaran pemerintah untuk mengelola kawasan Raja Ampat. Sisi mana dari Raja Ampat, belum jelas juga kepastiannya. Bagian manapun itu, inilah gambaran Raja Ampat sebelumnya.

 Pengembangan Waigeo dengan airport barunya. Beberapa habitat buaya di rawa-rawa sempat terganggu karena muara dibendung. Maka buaya dikabarkan berenang di tepi pantai Waiwo  yang membuat warga enggan berenang sementara waktu.

 Salah satu sudut di Teluk Kabui yang pemandangannya pastilah telah menarik hati investor asing untuk mengelolanya.

Satu pantai di Sawinggrai dimana kami temukan rumah di atas air tengah dibangun untuk keperluan tamu yang datang. Disebelahnya Pak Ce dan Ma Ce, sepasang pemandu, hidup bahagia di atas rumah airnya.


Sawinggrai tepat di mulut jetty-nya yang damai, menghadap lautan lepas. Di Sawinggrai, burung cendrawasih dapat ditemukan di pagi hari dan di sore hari saja. Dua waktu ini menarik wisatawan untuk datang dan mengendap-endap menyaksikan keunikan Raja Ampat di atas air.

Anak-anak di Sawinggrai yang lucu-lucu berpose di depan kamera. Percaya dirinya muncul saat berkumpul besama, walau beberapa diantaranya tetap 'pede' berpose satu-satu.

 Zaka, seorang pemandu kawasan Raja Ampat yang sangat menghibur, juga penuh dengan pengetahuan baik tentang Raja Ampat di bawah air, juga di atas air. Ia menjadi pengemudi kapal cepat Wayag I.
Selebritis nasional biasanya menjadikan ia sebagai pemandu.

Welcome to Homestay Imbefori. Begitulah kira-kira tulisan di sebuah tiang rumah di atas air yang terbuat dari bambu dan kayu beratap alang-alang di Sawinggrai kepunyaan Pa Ce dan Ma Ce. Mereka menjanjikan hari-hari menyenangkan di Raja Ampat, makanan sea food, dan suasana keluarga yang hangat.

 Seperti halnya di Papua secara keseluruhan, golok besar adalah bagian dari perlengkapan seorang laki-laki.

 Arus pantai saat itu sedang sedikit kuat sehingga nampak anak-anak ini tak ada yang turun di pantainya yang dangkal dan bening airnya.

 Sisi lain dari pemandangan di atas rumah air, Imbefori di Sawinggrai, Raja Ampat.

 Suasana petang di Sawinggrai yang tak banyak dikunjungi wisatawan. Memang, untuk ke sini, ke Raja Ampat secara keseluruhan, biaya transportasi menjadi beban terbesar bagi wisatawan asing maupun domestik.
 Zaka bersama Pa Ce membuat papan pengumuman di Sawinggrai. Konsep pengumuman ini dikerjakan Zaka dengan bangganya, dan ditulis oleh Pa Ce dan warganya untuk menjaga kelestarian Sawinggrai, dan Raja Ampat.
Sawinggrai dari lautan Raja Ampat yang tenang dan dalam.

No comments:

Post a Comment

Please feel free to update my article since things are changing very quickly.
Silakan kirimkan update dari Anda untuk meningkatkan kualitas info di blog ini.

Trims
angke