Saturday, December 18, 2010

Snorkeling di Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia

Kalau lebih suka baca yang resminya, kunjungi juga apa yang udah kususun tentang Raja Ampat di
http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat

Selalu!
Itu kata yang dibiasakannya untuk diucapkan kepada tamunya yang menanyakan atau meminta tolong. Pak Zaka lahir di Biak dan bermigrasi dengan keluarganya ke Doom, Raja Ampat. Keahlian menyelamnya didapatkannya dari Max Ammer, pengelola dan pemilik resort terunik di Raja Ampat, tepatnya di Kri Island.

Dengan Zaka, kami mencapai titik terjauh di utara Raja Ampat, setelah 4-5 jam berperahu cepat. Gila juga bisa duduk di bagian depan perahu yang memecut membelah ombak-ombak kecil. Airnya biru tua tanda super dalam. Tapi setelah mencapai kantor Conservation International di Kepulauan Wayag, berbagai warna di bawah gemilang permukaan air yang jernih mulai membinar. Ada warna yang belum pernah dilihat sebelumnya. Oh la la. Kalau saja si Pak Ola diajak, dia pasti ngiler, dan gak berhenti bilang 'mamayoo'.

Kepulauan Wayag di ujung utara Raja Ampat mempertontonkan display warna
.

Anak-anak pantai di Sawinggrai mengenalkan fish feeding pada kami

Zaka !!! Selalu ! Mana bagian Raja Ampat yang tak dikenalnya. Semua dia tahu.


Kapan bisa ke sini kalau bukan dengan para penyelam dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara mereka 'beristirahat' dari rutinitas menyemplung ke dasar laut, aku menelusuri satu dua meter dari permukaan laut saja dengan menggunakan snorkel yang dipinjam dari Pak Hanif.

Itu ikan koq biru-nya baru aku lihat di sini. Ada juga yang merah muda, dan orange seperti di Finding Nemo. Kecil dan besar berarak-arak seperti mengitari kabah. Kaget sempat terasa saat melihat ikan seperti Barakuda yang ternyata penelusuranku di permukaan air terlalu dekat dengan seekor ikan bermoncong buaya. Apapun itu namanya, tak sempat aku dekati lagi, karena aku sibuk melihat jurang di bawah hidungku menerobos jauh ke bawah dasar laut. Untung aku bukan pipa besi. Mampus kalo nyungsep kesana.

Keindahan Kepulauan Wayag seperti hanya ada di buku cerita mahal. Kerap kali saat menapakkan kaki di salah satu puncak bukit tertinggi di Kepulauan Wayag, aku bayangkan sedang honeymoon dengan istriku, yang manapun itu. Wkwkwkwkwk... yang sayangnya sedang nonton TV di Pulau Jawa, 4.000 kilometer lebih dari tempatku berdiri memandang serpihan pulau-pulau kecil di atas air berwarna biru muda kehijauan, dan berubah jadi biru tua, dan biru muda lagi, dan memutih di sudut lain. Wah. Repot menggambarkannya.

Pulangnya bisa mampir ke Sawinggrai ketemu Pak Ce dan Ma Ce. Kembali, Zaka yang memperkenalkan spot-spot terbaik. Naah... Kalau mau snorkeling paling jitu dan tak akan bisa ditandingi oleh tempat lain, datang aja ke Raja Ampat, terutama Wayag Islands. Wuihh.. Dahsyatt!!

Thank you Bu Ratna. Thank you Zaka. Thank you SONNY!!! Thank you Pak Binter. Trutama juga, Pak Yusdi. Go Raja Ampat!

No comments:

Post a Comment

Please feel free to update my article since things are changing very quickly.
Silakan kirimkan update dari Anda untuk meningkatkan kualitas info di blog ini.

Trims
angke